Santosa Hospital Bandung Kopo

Indonesian English

Pada prinsipnya, CT scan dapat digunakan untuk memeriksa seluruh tubuh dari kepala hingga ujung kaki, namun kegunaan CT scan untuk mengevaluasi tiap-tiap organ/anggota tubuh sangat beragam karena sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan CT Scan untuk organ-organ tubuh tertentu tidaklah sama. Ada pemeriksaan CT Scan terhadap organ tubuh atau kelainan tertentu yang mempunyai sensitifitas dan spesifisitasnya tinggi, dalam arti CT scan sangat sensitive untuk menemukan kelainan pada organ tersebut atau sangat spesifik dalam arti CT scan dapat membedakan dengan jelas suatu kelainan

dengan kelainan yang lain sehingga terapi yang akan dilakukan lebih terarah dan spesifik sesuai dengan jenis kelainan/penyakitnya. Contohnya adalah stroke hemorrhagic / stroke perdarahan pada otak, di mana CT Scan merupakan modalitas yang sensitive dan spesifik serta dapat dilakukan dalam waktu singkat. Contoh lain adalah pada kasus akut abdomen atau nyeri perut yang sangat hebat, CT Scan adalah modalitas yang sensitive dan spesifik untuk melihat penyebab nyeri perut, misalnya apakah ada udara bebas di dalam perut sebagai akibat dari usus yang pecah, atau ada bagian usus yang terputar (torsio) atau ada tumor yang menyumbat usus ataukah ada peradangan usus, dan sebagainya.

- Dalam beberapa hal, sensitifitas dan spesifisitas CT scan dalam mengevaluasi kelainan cukup rendah sehingga untuk mengevaluasi kelainan-kelainan tersebut disarankan untuk dilakukan pemeriksaan yang lain seperti Ultrasound, MRI atau bahkan PETScan. Contohnya untuk pemeriksaan susunan jaringan lunak seperti otot, urat/tendon, ligamen, capsul sendi, tulang rawan, untuk memeriksa saraf terjepit di daerah tulang belakang dan sebagainya di mana CT scan tidak banyak membantu diagnosis. Untuk hal-hal demikian, MRI atau bahkan Ultrasonografi (USG) mungkin dapat menjadi pilihan yang lebih baik.

 

Keunggulan dan Manfaat Pemeriksaan CT scan:

- Salah satu keunggulan CT scan adalah bahwa pemeriksaan CT scan dapat dilakukan dengan segera dan cepat di mana waktu sangat bermakna untuk pasien-pasien yang membutuhkan penanganan dengan segera seperti pasien kritis, pasien stroke, pasien kecelakaan / trauma, pasien yang kurang kooperatif seperti anak-anak dan orang tua maupun bila yang hendak mengevaluasi organ yang senantiasa bergerak secara terus menerus seperti jantung.

- CT Scan bersifat non-invasif dan tidak menyakitkan bagi pasien.

- Resolusi gambar anatomis tubuh sangat baik, sehingga dapat melihat kelainan yang sangat kecil dan mendetail.

- Dapat membedakan berbagai jenis organ seperti tulang, jaringan lemak, darah, otot, saraf, dsb, tidak seperti X-ray yang hanya dapat memperlihatkan berbagai jenis organ dalam gradasi warna hitam-putih saja.

- Dengan teknologi rekonstruksi, data gambar dari sekali scanning dapat diolah menjadi berbagai posisi /planes (multiplanar imaging) bahkan dapat membuat rekonstruksi 3-D tanpa perlu men-scanning ulang.

- Dibandingkan dengan MRI, harga pemeriksaan CT Scan biasanya lebih terjangkau dan tidak begitu sensitive terhadap pergerakan pasien sebagaimana halnya MRI, sehingga cocokuntuk pasien yang tidak bisa berdiam diri dalam waktu yang cukup lama, contohnya pada pasien dengan gangguan saraf tepi/tremor, pasien dengan gangguan pergerakan involunter, pasien kritis atau tidak sadar yang tak dapat mengikuti instruksi untuk menarik dan menahan napas. CT Scan juga dapat dilakukan pada pasien-pasien dengan implant orthopedic dan implant lain yang mengandung logam / rangkaian elektronik.

- Dapat melakukan real-time imaging untuk prosedur/tindakan yang agak invasive seperti CT-guided biopsy atau CT-guided drainage.

- Dapat menyediakan diagnosis kelainan yang definitive terhadap gejala klinis yang dialami pasien, sehingga dapat:

1. Menghilangkan kemungkinan tindakan biopsy atau bedah yang tidak perlu pada pasien.

      2. Membedakan antara kasus yang harus dioperasi dan kasus yang tidak perlu dioperasi bila

Terdapat keragu-raguan secara klinis

3. Menginformasikan dan meyakinkan dokter pengirim / klinisi bahwa kelainan tersebut perlu

Untuk dilakukan tindakan segera (operasi, penghentian perdarahan, dsb) terutama bila gejala

Klinis meragukan.

 

- Salah satu kelemahan CT Scan adalah karena CT Scan mempergunakan X-Ray sehingga memberikan radiasi pengion kepada pasien yang bila tidak dikontrol dengan baik dapat membahayakan kesehatan pasien. Penggunaan sinar x-ray pada anak-anak pun harus dikontrol dan dibatasi sesuai prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achieved) dan prinsip “Risk versus Benefit“ di mana “Benefit” (manfaat) harus melebihi  “Risk” (resiko) yang mungkin ditimbulkan.

INDIKASI CT SCAN:

- Prada prinsipnya, setiap pemilihan dan permintaan pemeriksaan CT Scan harus dirujuk oleh dokter karena menimbang adanya faktor-faktor bahaya radiasi, adanya kelemahan dan kelebihan dari modalitas CT Scan yang mungkin kurang dipahami oleh pasien, supaya pemeriksaan CT Scan menjadi terarah, tepat indikasi, tepat sasaran, dan tepat dosis.

 

- Secara umum, CT Scan sangat baik dalam memperlihatkan struktur anatomis tubuh karena CT Scan memiliki resolusi gambar yang sangat tinggi, terlebih lagi CT Scan 128 slices yang dimiliki oleh Santosa Hospital Bandung Kopo, yang mampu melihat struktur yang sangat kecil dengan jelas.

CT Scan dapat dipergunakan untuk mengevaluasi kelainan akibat kelainan anatomi/bawaan, tumor/massa dan penyebarannya, perdarahan organ dalam, infeksi dan penyebarannya, evaluasi pasca trauma (patahtulang/kelainan organ dalam), gangguan pembuluh darah seperti penyempitan atau pelebaran pembuluh darah dan lain sebagainya.

 

Adapun organ-organ yang dapat diperiksa CT Scan adalah sebagai berikut:

- Pemeriksaan otak dan daerah kepala, misalnya untuk evaluasi stroke infark, stroke perdarahan, infeksi, tumor/massa, trauma kepala, perfusiotak, evaluasi telinga bagian dalam, dsb.

- Pemeriksaan daerah leher misalnya untuk evaluasi massa tumor di daerah leher, infeksi, gangguan pembuluh darah /saraf, trauma pada leher.

- Pemeriksaan paru-paru, saluran napas, serta jantung misalnya untuk melihat adanya infeksi, trauma, massa/tumor, sumbatan saluran napas, gangguan pembuluh darah besar, gangguan struktur dan pembuluh darah jantung.

- Pemeriksaan perut / abdomen terutama untuk organ-organ solid/padat dalam perut seperti hati, ginjal, limpa, pancreas, pemeriksaan pembuluh darah.

- Pemeriksaan rongga panggul: pemeriksaan kandung kemih, prostat, uterus/rahim

- Pemeriksaan susunan tulang: trauma, infeksi, tumor.

 

KONTRAINDIKASI:

- Kontraindikasi pemeriksaan terdiri dari kontraindikasi absolut (=sama sekali tidak boleh) dan kontraindikasi relatif (=sebaiknya jangan)

 

A. Kontraindikasi Absolut:

- Wanita hamil trimester pertama.

- Pada pemeriksaan dengan zat kontras, pasien mempunyai riwayat reaksi alergi terhadap zat kontras sebelumnya.

 

B. Kontraindikasi Relatif:

- Kontraindikasi relative ini harus ditinjau dan dipandang dengan bijaksana dari sudut pandang “Benefits versus Risks”. Jika ada keragu-raguan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum melakukan pemeriksaan CT Scan.

 

1. Kontraindikasi relative bila pemeriksaan CT Scan menggunakan zat kontras:

- Alergi terhadap makanan yang mengandung yodium (udang, kerang, cumi) dan obat-obatan

- Mengidap penyakit diabetes yang diberikan terapi metformin

- Asthma, penyakit ginjal, penyakit kelenjar thyroid, multiple myeloma.

- Wanita sedang menyusui.

2. Anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

3. Objek metal / logam dalam tubuh yang mungkin dapat mengaburkan gambar yang diperoleh.

4. Baru dilakukan pemeriksaan X-Ray dengan zat kontras barium yang mungkin dapat mengaburkan

gambar yang diperoleh. Atau wanita sedang menyusui

5. Claustrophobia (Takut berada di ruang sempit).