Santosa Hospital Bandung Kopo

Indonesian English

MRI atau Magnetic Resonance Imaging adalah suatu jenis pemeriksaan radiologiyang mempergunakan gelombang elektromagnetik untuk memperoleh informasi mengenai berbagai kelainan pada tubuh, seperti adanya tumor/kanker, infeksi, trauma, kelainan pembuluh darah, penyakit keturunan / genetis dan lain sebagainya . Informasi yang diperoleh dari hasil pemeriksaan MRI ini dipergunakan untuk menunjang penegakkan diagnosis penyakit secara tepat dan akurat serta memantau perjalanan penyakit dan hasil terapi.

Bagian tubuh apa sajakah yang dapat diperiksa dengan MRI?                                         

Pada prinsipnya, hampir semua organ jaringan lunak seperti otak, mata, jantung, hati dan saluran empedu, prostat, rahim, serta otot dapat dilihat secara mendetail dengan mempergunakan MRI. Tulang bagian luar (cortex) kurang dapat terlihat, namun bagian dalam tulang yang berupa sumsum tulang (bone marrow) dapat dievaluasi dengan baik, demikian pula halnya dengan ligamen, tendon serta sendi.

Bagaimanakah cara kerja MRI?

MRI menggunakan jenis gelombang elektromagnetik yang disebut radiofrequency (RF) pulse seperti halnya yang terdapat pada televisi, radio dan microwave oven.Gelombang RF ini dipergunakan untuk memindai bagian tubuh yang diinginkan dan setelah melalui proses computer yang rumit akan menghasilkan gambaran yang dapat diinterpretasi oleh dokter radiologi. MRI tidak memberikan radiasi ionisasi/pengion seperti halnya X-Ray atau CT-scan sehinggaaman untuk dipergunakan pada berbagai keadaan pasien, dengan beberapa pengecualian pada pasien dengan alat-alat dari metal atau elektronik yang terpasang dalam tubuh, seperti jenis-jenis prosthesis ortopedi tertentu, prosthesis dan implant gigi, implant alat bantu dengar, implan alat pacu jantung, pompa insulin maupun alat-alat medis lain yang mengandung bahan metal atau alat elektronik dimana penggunaan MRI pada pasien dengan kondisi demikian tidak dianjurkan.

Apakah Tesla itu?

Tesla adalah satuan kekuatan medan magnet. Satuan kekuatan medan magnet lain yang digunakan sehari-hari adalah Gauss, dengan nilai konversi 1 Tesla =  10,000 Gauss. Alat MRI untuk tujuan medis beroperasi pada kekuatan medan magnet antara 0.1 – 3 Tesla (1,000 – 30,000 Gauss). Ini adalah medan magnet yang sangat kuat; sebagai perbandingan, kekuatan medan magnet bumi hanya sebesar 0.31 Gauss sedangkan kekuatan medan magnet pada hiasan pintu lemari es (refrigerator) hanya sebesar 30-50 Gauss.

Mengingat besarnya kekuatan magnet MRI, apakah MRI aman untuk digunakan pada manusia?

MRI yang dipergunakan untuk tujuan medis pada manusia telah menjalani berbagai uji klinis selama bertahun-tahun di seluruh dunia dan terbukti aman sehingga telah memperoleh berbagai sertifikasi keamanan untuk dipergunakan di bidang medis, misalnya dari Food And Drug Administration (FDA) USA. Setiap produsen dan juga operator alat MRI, dalam hal ini rumah sakit, telah membuat standar prosedur operasional untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pasien selama diperiksa dengan MRI. Namun dalam beberapa keadaan, penggunaan MRI tidak dianjurkan seperti telah dijelaskan di atas. Untuk keterangan lebih lanjut,  Anda dapat menghubungi staf bagian MRI Santosa Hospital Bandung Kopo.

Apakah MRI aman untuk digunakan pada anak-anak dan ibu hamil?

Setelah menjalani uji klinis selama bertahun-tahun, MRI dinyatakan aman untuk digunakan pada anak-anak dan ibu hamil. Bahkan terdapat pemeriksaan khusus untuk janin dalam kandungan, yakni Fetal MRI yang menjadi pemeriksaan penunjang tambahan (adjunct) bila ditemukan kelainan yang kurang jelas terlihat pada Ultrasonography (USG) atau apabila dokter kebidanan ingin melihat kelainan secara spesifik.

Apakah keunggulan MRI bermedan magnet tinggi (high-field MRI) bila dibandingkan dengan MRI bermedan magnet rendah (low-field MRI)?

Alat MRI bermedan magnet tinggi (high-field MRI), dalam hal ini MRI 1.5-Tesla yang dimiliki oleh Santosa Hospital Bandung Kopo, mampu memberikan gambar dengan resolusi dan kualitas yang lebih baik dengan waktu pemindaian yang lebih singkat bila dibandingkan dengan alat MRI bermedan magnet rendah (low-field MRI).

High-field MRI juga dapat digunakan untuk mengevaluasi fungsi organ tubuh dengan berbagai aplikasi software modern seperti Functional MRI (fMRI), MR Spectroscopy (MRS), Perfusion Imaging, Diffusion Weighted and Tensor Imaging maupun MR Angiography.